Friday, March 1, 2013

Goa Cerme

PETUALANGAN WISATA ALAM GOA CERME IMOGIRI BANTUL YOGYAKARTA


Setelah terkesan mengunjungi Goa Seplawan yang berada di daerah Kaligesing Purworejo,akhirnya aku ingin mencari goa lain yang ingin aku kunjungi.Akupun mulai mencari informasi tentang goa-goa di daerah Yogyakarta dan ternyata ada Goa Cerme di daerah Imogiri Bantul Yogyakarta, sebenarnya sudah lama aku mengetahuinya dari Papan plang penunjuk arah di jalan Parangtritis dekat jembatan kretek Bantul,bila kita akan menuju ke pantai Parangtritis Yogyakarta dan akupun ingin sekali berkunjung ke sana tapi belum ada kesempatan karena tidak ada  yang menemaniku untuk berkunjung ke sana,tiba-tiba kesempatan itupun datang juga ketika saudaraku yang berasal dari Surabaya pulang liburan kuliah ke Jogdja,aku ajak dia untuk pergi ke goa cerme,dan diapun mau.Berbekal informasi dari internet (Pak Google) mengenai sekilas tentang keadaan goa Cerme,kamipun menyiapkan peralatan yang dibutuhkan,antara lain senter,lilin,korek api,pelindung kepala (helm),makanan dan minuman serta pakaian basahan.Sebab menurut informasi dari internet (Pak Google) bahwa di goa Cerme tidak ada lampu penerangan sebagaimana di Goa Seplawan, sehingga keadaan di dalamnya sangat gelap,di sana air sungai bawah tanahnya bisa mencapai setinggi pinggang orang dewasa dan panjang goanya kurang lebih sekitar 1200m sehingga dibutuhkan tenaga yang cukup untuk menjelajahinya.
Hari yang dinantipun tiba kamipun berangkat pagi jam 09.00 wib melalui jalan Parangtritis lurus ke arah selatan, kemudian setelah melewati jembatan kami belok kiri menuju jalan ke arah Imogiri.Karena baru pertama kali ke goa cerme,kami sempat tersesat selama 2 jam lebih, ternyata kami salah memilih jalan persimpangan, seharusnya kami memilih persimpangan jalan ke arah Imogiri namun kami malah memilih persimpangan jalan ke arah Panggang.Sebenarnya jika dalam keadaan normal, perjalanan ini dapat ditempuh selama 1 jam,sehingga kami bisa tiba di sana jam 10.00 wib,namun karena tersesat kami tiba di goa cerme sekitar jam 12.00 siang.
Setelah bertanya kesana dan kemari maka sampai juga kami di goa Cerme,alhamdulillah….Ternyata benar kata pepatah “Malu Bertanya Sesat di Jalan”,”Banyak Bertanya Malu-Maluin” he..he..he…
Di halaman Goa Cerme kami jumpai sebuah mushola,kamar mandi,kolam kecil dan patung orang berkuda katanya sih itu patungnya Pangeran Diponegoro.Untuk menuju ke mulut goa cerme ada beberapa anak tangga yang harus dilalui.
Menurut cerita sejarah setempat,dahulu goa Cerme merupakan tempat persembunyian Pangeran Diponegoro ketika melawan pemerintah kolonial Belanda dan dahulu kala goa cerme juga merupakan tempat berkumpulnya Wali Songo untuk mengadakan musyawarah dalam rangka menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Setelah beristirahat sebentar melepas lelah,kemudian kamipun mulai menyiapkan peralatan yang telah kami siapkan dari rumah,setelah siap kamipun masuk ke goa cerme,ternyata keadaan di dalam goa memang gelap gulita,senter yang kami bawa cahayanya kurang memadai untuk menembus kegelapan goa,akhirnya kamipun menyewa 2 senter lagi untuk tambahan penerangan.Setelah mendapatkan senter sewaan kamipun berangkat,Bismillah…,.di awal penelusuran, kami disambut oleh pemandangan batuan endapan kapur putih yang berbentuk setengah bulat seperti bulatan roti donat,bagus banget ….,
ada juga batuan yang berbentuk seperti telur putih besar lonjong yang menggantung,
kemudian tak berapa lama kami melalui sebuah ruang yang merupakan sarang kelelawar,banyak kelelawar yang bergelantungan di atas goa ,agak bau kotoran sih tapi itu tidak berlangsung lama,setelah itu kamipun tiba di ruang berikutnya,kami disambut dengan pemandangan stalagtit yang berwarna putih berkerlap-kerlip memantulkan cahaya biru putih jika terkena cahaya.Subhanalloh indahnya ….,sungguh sajian maha karya Tuhan yang menakjubkan,tak lupa kamipun mengabadikannya,
penelusuranpun kami lanjutkan ,sembari berjalan menyusuri sungai bawah tanah samar-samar terdengar suara gemericik air seperti suara air terjun (gerojokan),dan ternyata benar sampailah kami di sebuah gerojokan yang bernama gerojokan sewu.
Untuk melalui gerojokan ini kami harus hati-hati kami mengambil jalur sebelah kanan yang mudah untuk dilewati.
Bentuk dan pola ruangan di dalam goa cerme sangat beragam, ada ruangan yang besar lebar
tapi ada juga ruangan yang kecil dan sempit,
bahkan ada satu ruang atau jalur yang harus kami lalui dengan cara merangkak untuk menuju ke ruang berikutnya karena saking sempitnya.Boleh jadi kalau airnya sedang pasang, kami mungkin harus menyelam untuk dapat melewatinya.
Tak terasa lelahpun mulai menghinggapi tubuh kami,kamipun beristirahat sambil makan dan minum.tanpa sadar jam tangan telah menunjukan pukul 15.30 wib,kami masuk ke goa sekitar jam 12.30 wib berarti kami telah menghabiskan waktu di dalam goa ini sekitar 3 jam padahal jika dalam keadaan normal goa ini dapat ditembus dalam waktu 2 jam.Hal ini disebabkan karena kami banyak menghabiskan waktu buat berfoto-foto maklumlah kami masih tergolong penganut paham “Narsisme”.Karena khawatir tersesat kami putuskan untuk kembali saja ketimbang nanti tidak menemukan ujungnya.Kecewa sih tidak sampai tembus, tapi tidak apa-apa kapan-kapan kami bisa ke sana lagi insya Alloh.

Thursday, February 28, 2013

Air Terjun

Curug Banyunibo


Berawal dari rasa penasaran dengan sebuah air terjun alami di daerah Pajangan, saya pun tergelitik untuk menjelajah ke sana. Jum'at pagi kemarin dengan bekal informasi yang minim dan tanpa peta lokasi saya langsung melaju kendaraan saya ke Pajangan.

Kupacu kendaraan menaiki perbukitan ke arah Desa wisata batik kayu Krebet. Setelah sampai di Krebet  saya bertanya kepada penduduk letak air terjun yang berada di dusun Kabrokan Kulon, Sendangsari, Pajangan. Setelah mendapat informasi saya langsung meluncur ke dusun Kabrokan.

wisata jogja, air terjun, jogja

Tak begitu lama saya pun sampai di dusun Kabrokan walau sempat nyasar dan dua kali bertanya lagi kepada penduduk setempat. Setelah sampai di Kabrokan saya bertanya lagi kepada penduduk tentang lokasi air terjun di dusun tersebut.

Setelah melalui jalanan berbatu dengan cor semen sempit yang cukup terjal dan curam saya mulai mendengar suara gemuruh air terjun di dasar lambah, kemudian saya memarkirkan kendaraan di salah satu rumah penduduk setempat. Dan ternyata penghuni rumah sangat welcome kepada saya dan dengan senang hati mempersilakan saya untuk menitipkan kendaraan di rumahnya. Setelah diberi ijin dan petunjuk arah ke lokasi air terjun saya segera berjalan kaki menyusuri jalan setapak di antara rimbunnya pohon bambu dan semak belukar.

wisata jogja, air terjun, jogja


Dengan perasaan lega dan sedikit was-was karena lokasi air terjun itu sangat sepi, terasa berbau mistis banget karena sebelumnya saya juga diberi tahu penduduk bahwa lokasi air terjun ini adalah lokasi yang wingit (bahaya).

Lepas dari mitos tersebut, bagi saya air terjun ini sangat unik dan indah tersembunyi di dasar lembah dan rimbunnya pepohonan. Oleh warga setempat air terjun ini dikenal dengan sebutan "Air Terjun Banyunibo"

wisata jogja, air terjun, jogja

Setelah puas menikmati keindahan air terjun dan mengabadikannya saya segera beranjak meninggalkan air terjun ini. Sesampainya di rumah warga tempat memarkir kendaraan, dan ternyata warga tersebut sedang membuat gula jawa. Setelah membeli sedikit gula jawa untuk oleh-oleh saya segera memohon pamit dan tak lupa berterima kasih.

Bila ingin mendatangi air terjun unik yang masih alami ini bisa langsung menuju ke Desa Wisata Batik Kayu Krebet dsri arah Kasongan - Selanjutnya ke selatan hingga menjumpai perempatan jalan dekat pabrik garment, ambil arah ke kanan/barat - Tak jauh dari perempatan  akan mendapati jalan yang bercabang, ambil jalan yang menurun (lurus) dengan ciri khas jalan berbatu dan cor semen sempit di tengahnya - Jalan menurun ini juga bercabang lagi ambil yang ke kanan, susuri terus jalanan berbatu hingga sampai di desa Kabrokan - Selanjutnya silahkan bertanya pada warga setempat.
Source sobondeso.blogspot.com